hi thereselamat datang ini adalah blog sayahahaha sebenarnya saya tidak berniat untuk membuat blog namun, di demo oleh seseorang yang akhirnya saya pun juga membuat blogyah baiklah sekarang temanya adalah bukan membahas mengapa saya memakai blog, atau siapa orang yang telah mendemo sayaposting ini berjudul annyeong yang artinya hai, hello atau kata sapaan awalan pertama kali berjuma dalam bahasa korea, ya saya sangat suka bahasa korea selain bahas jepang dan inggris yang saya kuasai saya menyukai bahasa korea, ini mungkin karena terpengaruh oleh beberapa drama yang saya sering lihat melalui dvd dan sebagainya.ya saya adalah anak pertama dari 3 bersaudara. kedua adik saya adalah laki-laki dan saya sendirilah anak wanita dari orang tua saya. (harusnya perempuan ya? tidak-tidak…saya lebih menyukai kata wanita ketimbang kata perempuan karena menurut bahasa sansekerta perempuan itu berarti pengembang keturunan dan wanita merupakan seorang pendidik) Hmmm… mungkin kalian bisa mencoba ketika menuliskan aplikasi lamaran atau sebagainya tulislah kelamin kalian dengan kata wanita. Nah… itu mungkin sedikit pembahasan mengapa menggunakan kata wanita (hahha panjang ya penjelasannya, yah iT’s me)lanjut lagi yanama kami (saya dan adik-adik saya) katanya susah, emang iya ya?oiya kalian belum tau ya siapa nama saya, nama saya miya ada yang panggil mimi ada yang panggil sesti ada yang panggil siwi yah ada juga yang panggil sarah hahaha yang ini ngaco tapi ada lho yang manggil gitu katanya saya mirip temennya yang dulu bernama sarah nah lho… serem gak sihoke tanpa panjang lebar, nama panjang saya adalah… jeng-jeng-jeng (efek suara) seztifa miyasyiwi dari tk sampai kuliah semester 9 ini masih aja ada yang komen “mba namanya susah banget ya” atau ada yang salah nulis untuk pembuatan sertifikat pembicaraadik saya yang pertama namanya sezcagaf bayinna, nggak ada yang unik dari adik saya yang satu ini, dia kuliah di upi jurusan pendidikan jasmani dan rekreasi (nggak kebayang gimana belajarnya…tapi dia sering bangga2in kalo jurusan ini adalah jurusan terbaik se indonesia mba) yah percaya aja lah untuk menyenangkan hati adikku ini… karena bedanya cuma 3 tahun sekarang kita sebaya gitu tingginya, malah kayaknya tinggian dia deh (bukan kayaknya tapi emang tinggian dia) dan dia yang selalu mengantarkan saya kemanapun pergi selama di bekasi, yah al hasillah kita seperti orang pacaran, padahal dari penampakan saja ibarat bumi dan langit, si aga ini (begitulah biasa dia disapa atau cagaf) gaul abis, yah gaul anak-anak bandung gitu, dan saya ehm..gimana yaa? rada kebanting kalau jalan sama aga, saya mah kuper nggak ada bagus-bagusnya cuma tertutup rapat saja.adik saya yang kedua atau saya namakan di phone book saya dengan nama cowok ketiga ku, ini bernama sezfloga muhammad imana (koq namanya ada sez nya semua sih didepannya, sudah terbayang pasti kalian akan menanyakan hal itu kan?) sampai detik ini pun saya juga bingung kenapa cowok pertama ku menamakan kami (saya dan adik-adik saya) dengan awalan sez semua…katanya hanya biar unik saja (yah harus puas dengan kata-kata itu) floga ini (nama sapaan untuknya, tapi berubah sejak di smp dia dipanggil yoga) floga ini seneng banget sama yang namanya teknik, apa aja di bongkar sama dia dan secara ajaib bisa balik lagi tanpa kurang satupun tapi fungsinya nggak bisa balik, yah itu floga, sekarang dia menjabat sebagai ketua kelas 7.11 di smpnya (proud of floga) kalo belajar itu ibaratnya neraka banget buat dia, kaya fobia gitu sama yang namanya belajar (hayoo ngaku adakah yang mengalami persamaan sifat seperti diatas?) saya dan floga beda 10 tahun, kalo jalan-jalan sama floga kaya jalan sama ponakan aja deh…nah akhirnya sekarang giliran saya yang cerita tentang diri saya sendiri…annyeong nama saya seztifa miyasyiwi, wanita kelaihran 11 mei 1989, suka sekali dengan fotografi, memasak. membaca, menulis, melamun, dan memikirkan banyak hal. oiya saya berjilbab lho dan saya bangga dengan jilbab saya ini, jilbab itu tidak mengganggu aktivitas saya taupun membuat saya minder justeru ketika berada diajak nasional atau ajang internasional saya terlihat berbeda dan unik, bukankah menjadi orang yang berbeda itu menyenangkan? memberikan warna ditengah-tengah warna yang seragam lainnya. saya sangatlah dinamis, tidak bisa untuk diam dan tidak melakukan apa-apa harus ada sesuatu hal yang dilakukan for wasting the time yah misalnya dengan membaca mungkin…sekarang kesibukan saya adalah menjadi mahasiswa akhir yang masih dipusingkan dengan penelitiannya dan menjadi seorang kakak bagi adik-adik di asrama TPB IPB, dan juga menjadi adik-adik mahasiswa untuk kelas Biologi dasar dan Genetika dasaroiya satu lagi saya belum menyebutkan bahwa saya juga suka dengan yang berbau genetika, yah mahluk kasat mata itu… yang sedang membuat saya pusing tujuh keliling akibat penelitian..yah mungkin itu saja dari saya kurang lebihnya saya mohon maafannyeong ^^V (note: ini tulisan saya saat berumur 22 tahun) dan per 2018 ini umur saya sudah mau 29 tahun 🤣🤣🤣
Kamis, 25 Januari 2018
Selasa, 23 Januari 2018
Jalan Cinta para Aktivis
(Ditulis saya dlm buku Belajar Merawat Indonesia)
Foto teman2 Beasiswa Aktivis angkatan 1
Hanya perlu keikhlasan untuk menjalani jalan ini, keikhlasan untuk berpikir lebih, keikhlasan untuk berkorban lebih, keikhlasan untuk disakiti lebih, dan keikhlasan untuk berlapangdada lebih. Inilah hal yang diperlukan untuk menjalani jalan ini. Apakah jalan ini sebegitu sulit untuk dilalui?
Bukanlah sebuah jabatan dan kedudukan yang kita harapkan, kita hanya ingin memenuhi janji untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama. Ah, mungkin kita terlihat berpura-pura tak cinta harta benda, tetapi ya inilah diri kita dan perjuangan kita. Jalan ini tidak mudah, Kawan. Jalan ini, ya jalan ini sampai akhirnya mempertemukan kita semua disini. Di jalan ini kita bersama berjuang, ah terlalu sepele bila dibandingkan dengan para pejuang, namun kita sering menggunakan kata ini untuk membangkitkan rasa semangat kita untuk tetap berada di jalan ini.
Hanya perlu keikhlasan untuk menjalani jalan ini, keikhlasan untuk berpikir lebih, keikhlasan untuk berkorban lebih, keikhlasan untuk disakiti lebih, dan keikhlasan untuk berlapangdada lebih. Inilah hal yang diperlukan untuk menjalani jalan ini. Apakah jalan ini sebegitu sulit untuk dilalui?
Mengapa persyaratannya begitu berat dan terlihat sangat menyakitkan? Apa balasannya?
Balasannya hanya Ridha Ilahi. Ya, balasannya hanya itu saja. Jika kau mengharapkan lebih maka bukanlah di jalan ini tempatnya. Silahkan kau cari jalan lainnya. Jika kau dapati aku mendapatkan hal-hal yang lainnya ini merupakan bonus. Setelah lelah dan letih seharian menjalankan sebuah kegiatan, bonusnya itu tak lebih nasi bungkus untuk makan siang atau makan malam. Anehnya, setelah kegiatan itu berlangsung kita merasakan senang dan bahagia, padahal setelah kegiatan ini kita harus kembali lagi menjadi mahasiswa, diterjang oleh beberapa tugas-tugas dan ujian-ujian mata kuliah. Kadang kala kita harus memutar otak bagaimana semua tugas-tugas itu dapat dikerjakan dengan baik, namun amanah di organisasi juga berjalan tak kunjung dengan optimal. Atau tugas kita lainnya menjadi anak bagi orangtua tercinta, dan teladan selaku kakak bagi adik-adik kita.
Semuanya harus berlangsung di waktu yang bersamaan, hingga terkadang aku berpikir bahwa kita menggadaikan masa muda kita dengan perjuangan ini. Namun, aku tahu bahwasanya kita ternyata sedang dijaga oleh-Nya dari perbuatan-perbuatan sia-sia, dari perbuatan-perbuatan yang justru akan menambah dosa.
Sungguh perjalanan ini sangat melelahkan. Tetapi, kawan, entah mengapa kita pilih jalan ini. Aku pun sempat bertanya pada diriku menagapa jalan ini yang dipilih. Karena cinta, ya karena cinta sehingga kita saling terhubung dalam jalan ini, dengan ikatan atas nama cinta untuk tetap terus bersama. Emas menggunung dan mahkota bertahtakan berlian pun tidak akan sanggup membayar ini semua. Namun, aku masih heran, mengapa kita masih mau berada di jalan ini. aku menyebutnya jalan cahaya, dimana jalannya yang panas, dan aku beraharap ada angin surga yang berhembus untuk sekedar menyejukkan hati ini.
Bahkan orang-orang di sekitar kita pun tidak menghargai, tetap masih saja kita harus berada di jalan ini. Tidak sedikit mereka mencemooh diri kita. Banyak yang berkata ini hanyalah pelarian dari akademik kita yang buruk. Atau banyak yang berkata ini adalah manuver agar kita dapat terkenal dengan cepat. Atau yang lebih menyakitkan lagi banyak yang berkata bahwa kita hanyalah sekelompok orang-orang yang kurang kerjaan. Sungguh miris, kawan, ya semua itu tidaklah berbayar dan hanya atas dasar cinta kita melakukannya.
Mereka tidak tahu kalau kita berjuang untuk nilai akademik, sembari harus memikrikan program-program kerja yang telah disusun, mengerjakan tugas di sepinya malam, berselimutkan bintang temaram yang menentramkan hati, dan tidur bersama senandung nyanyian malam.
Matematika kita sungguh membingungkan, siapa diri kita dan siapa mereka. Kita tidak terhubung dengan ikatan darah, namun mengapa kita memperjuangkannya, memikirkannya, mau bersusah payah dan membantunya? Lantas apa yang kita dapatkan? Kita hanya tersenyum jika pertanyaan itu terlontar. Sungguh matematika yang sangat membingungkan.
Kawan, bekerja di saat yang lain terlelap, bersemangat di saat yang lain mengeluh. Berteriak di saat yang lain diam, dan berlari di saat yang lain berjalan. Angkuhnya kita sering bersuara bahwa jalan inilah yang sangat membutuhkan kita. Namun ternyata, kawan, kitalah yang sebenarnya membutuhkan jalan perjuangan ini. Untuk mencari ridha-Nya, kitalah yang memerlukan jalan ini untuk merasakan anginnya berjuang, kitalah yang membutuhkan jalan ini untuk senantiasa saling terhubung, dalam ikatan yang disebut dengan ukhuwah.
Terkadang lelah itu saling menghinggapi, terkadang jenuh itu saling menghinggapi, terkadang air mata itu tak tertahankan dan peluh terus menetes. Namun, aku tahu pasti kita akan selalu ada untuk menggenggam tangan ini, untuk memberikan sandaran, untuk memberikan senyuman paling hangat, dan untuk menghapus air mata ini. Memberikan cinta penawar luka.
Biarkan mereka, yang tidak tahu apa-apa terus mencemooh kita, biarkan mereka terus menghakimi kita, biarkan mereka terus menyudutkan kita, namun aku tahu pasti kau dan aku, kita akan terus berjalan di jalan ini, mencari puing-puing berserakan, menyusunnya dalam sebuah kumpulan mozaik indah untuk agama, untuk almamater, dan untuk bangsa kita. Untuk sekedar sebuah torehan indah dalam episode hidupku.
Inilah jalan hidup kita, jalan cahaya yang penuh cinta, aku lebih senang menyebutnya dengan jalan cinta, karena hanya atas dasar inilah kita, aku dan kau, dapat berjalan bersama, dengan matematika yang sangat membingungkan.
PR NHW1 iip
PR NHW 1
Seztifa Miyasyiwi
Dear emak2 intelek yg berdaster apa kabaar? Yuhuuu
Oiya sebelum masuk ke PR nya sy mau kasih tau dulu ya, sy ini masuk kedalam grup Institut Ibu Profesional, udah pernah dengeer kaan? Itu lho salah satu komunitas yg digagas oleh ibu septi peni wulandari. Sebenernya sy udah tau IIP dr zaman baheula, seriuss deh dr zaman cuman pake webinar, namun dulu itu koneksi internet blm semudah sekarang yg bisa dlm genggaman. Dulu mah kudu buka laptop sama nyolok modem, atau nunggu gratisan wifi dr kampus 🤣🤣🤣
Jadi sy tinggalkanlah itu IIP sdan selang 10 tahun kemudian zaman pun berubah, yaelaah lebay amat ya maak? Hihihi
Yowislah lanjut yaa… nah pada intinya sy masuk ke kelas matrikulasi, dikelas ini kita ada materi dan ada PR nya juga.
Naah kemarin sudah ttg materi, sekarang PRnya namanya NHW (Nice Homework)
dibuat namanya nice biar seneng kali yess nerjain PR nya.
Ilmu yg akan sy ambil adalah ilmu tentang sabar dan syukur dlm pengasuhan (panjang bener yaak). Setelah sy mengalami banyak ujian dan cobaan serta mendapatkan barokah juga. Yg bisa sy simpulkan adalah dlm setiap waktu kita harus memposisikan diri utk selalu senantiasa sabar dan syukur atas segala kehendak yg telah Allah berikan utk saya dan kehidupan saya. Karena terlepas dr itu semua kita selalu akan diperbudak oleh emosi dan ketidakpuasan diri. Sementara hidup ini terlalu singkat jika hanya melulu tentang meratap.
Dengan bersyukur dan bersabar hidup jd lebih tenang tidak melulu memperhitungkan untung rugi, tidak melulu tentang bahagia atau sedih. Karena sejatinya bahagia yg selama2nya adalah di akhirat. Cieelaaahhh bener juga ini nulis 2 paragraf 🤣🤣. Yaa intinya mah gitu mak kita hanya menurunkan standar bahagia kita aja mak biar terus2an bahagia.
Contoh ni mak : kita biasa jalan kaki terus dikasih sepedah nah kan udah bahagia kan, atau misal emak2 yg g pernah liburan terus diajak ke Alpamei udah girang luar biasa kan maak? Nah sebaliknya kalo emak2 standar bahagianya tinggi jalan2 keluar kota blm ada apa2nya karena biasa jalan2 keluar negeri. Jangan dibandingin sama emak yg diajak ke alpamei aja udah jingkrak jingkrak 🤣🤣. Naah disitu kita menurunkan stansdar bahagia kita utk selalu berbahagia dlm keadaan apapun, karena prinsip sabar dan sukur
Alasan sy mengambil ilmu sabar dan syukur dlm pengasuhan ini adalah. Sy mulai merasa makin tinggi seseorang maka makin tinggi juga standar hidup yg harus diraihnya, sementara hidup ini ngga selalu memenuhi standar hidup aja. Ketika kita bisa berbagi kebahagiaan kepada orang lain, kitapun bisa berbahagia. Dan saya akan tularkan ilmu ini kepada generasi2 saya dan orang2 terdekat saya hingga kita semua merasakan nikmatnya sabar dan indahnya syukur. (Edisi paragraf serius)
strategi yg sy gunakan dlm memperoleh ilmu tersebut ya dengan mengikuti kajian2 yg berkaitan dengan parenting dan agama, menerapkannya dlm kehidupan sehari2, dalam keluarga kecil kami dan dalam keluarga besar kami. Sharing2 dengan anggota keluarga dan berinteraksi dengan masyarakat dan tokoh2 agama.
Perubahan siskap saya dlm proses mencari ilmu adalah mengutamakan adab dulu, jadilah pendengar yg baik, kosongkan isi, agar dapat menampung sebanyak2nya informasi lalu disimpan, kemudian dicatat. Belajarlah darimanapun siapapun umur berapapun. Merendahkan hati tidak terpancing emosi. Untuk informasi2 yg akan dibroadcast sy pastikan sumbernya valid dan terpercaya, bukan hanya kopas semata. Jika ada yg tidak sesuai dgn pendapat kita, baiknya diam tidak perlu berdebat, hindarilah perdebatan karena itu akan mengundang emosi dan membangkitkan amarah. Bicaralah dengan lawan bicara dengan nada yg diperlukan pendengar tidak perlu memperbesar suara karena dengan memperbesar suara, itu merupakan bentuk kedunguan dan kebodohan.
Jika perlu berdebat gunakanlah data yg sesuai dan relevan. Jika masih tidak bisa mengubah pemikiran maka tinggalkanlah pedebatan itu.
#NHW1 #Week1 #MatrikulasiBatch5 #AdabMenuntutIlmu
Langganan:
Komentar (Atom)
NHW 9 social venture
NHW 9 : Bunda Sebagai Agen Perubahan “Setelah menemukan passion (ketertarikan minat ) kita ada di ranah mana, kita mulai melihat isu ...
-
NHW 9 : Bunda Sebagai Agen Perubahan “Setelah menemukan passion (ketertarikan minat ) kita ada di ranah mana, kita mulai melihat isu ...
-
Jalan Cinta para Aktivis (Ditulis saya dlm buku Belajar Merawat Indonesia) Foto teman2 Beasiswa Aktivis angkatan 1 Hanya perl...

