PR NHW 1
Seztifa Miyasyiwi
Dear emak2 intelek yg berdaster apa kabaar? Yuhuuu
Oiya sebelum masuk ke PR nya sy mau kasih tau dulu ya, sy ini masuk kedalam grup Institut Ibu Profesional, udah pernah dengeer kaan? Itu lho salah satu komunitas yg digagas oleh ibu septi peni wulandari. Sebenernya sy udah tau IIP dr zaman baheula, seriuss deh dr zaman cuman pake webinar, namun dulu itu koneksi internet blm semudah sekarang yg bisa dlm genggaman. Dulu mah kudu buka laptop sama nyolok modem, atau nunggu gratisan wifi dr kampus 🤣🤣🤣
Jadi sy tinggalkanlah itu IIP sdan selang 10 tahun kemudian zaman pun berubah, yaelaah lebay amat ya maak? Hihihi
Yowislah lanjut yaa… nah pada intinya sy masuk ke kelas matrikulasi, dikelas ini kita ada materi dan ada PR nya juga.
Naah kemarin sudah ttg materi, sekarang PRnya namanya NHW (Nice Homework)
dibuat namanya nice biar seneng kali yess nerjain PR nya.
Ilmu yg akan sy ambil adalah ilmu tentang sabar dan syukur dlm pengasuhan (panjang bener yaak). Setelah sy mengalami banyak ujian dan cobaan serta mendapatkan barokah juga. Yg bisa sy simpulkan adalah dlm setiap waktu kita harus memposisikan diri utk selalu senantiasa sabar dan syukur atas segala kehendak yg telah Allah berikan utk saya dan kehidupan saya. Karena terlepas dr itu semua kita selalu akan diperbudak oleh emosi dan ketidakpuasan diri. Sementara hidup ini terlalu singkat jika hanya melulu tentang meratap.
Dengan bersyukur dan bersabar hidup jd lebih tenang tidak melulu memperhitungkan untung rugi, tidak melulu tentang bahagia atau sedih. Karena sejatinya bahagia yg selama2nya adalah di akhirat. Cieelaaahhh bener juga ini nulis 2 paragraf 🤣🤣. Yaa intinya mah gitu mak kita hanya menurunkan standar bahagia kita aja mak biar terus2an bahagia.
Contoh ni mak : kita biasa jalan kaki terus dikasih sepedah nah kan udah bahagia kan, atau misal emak2 yg g pernah liburan terus diajak ke Alpamei udah girang luar biasa kan maak? Nah sebaliknya kalo emak2 standar bahagianya tinggi jalan2 keluar kota blm ada apa2nya karena biasa jalan2 keluar negeri. Jangan dibandingin sama emak yg diajak ke alpamei aja udah jingkrak jingkrak 🤣🤣. Naah disitu kita menurunkan stansdar bahagia kita utk selalu berbahagia dlm keadaan apapun, karena prinsip sabar dan sukur
Alasan sy mengambil ilmu sabar dan syukur dlm pengasuhan ini adalah. Sy mulai merasa makin tinggi seseorang maka makin tinggi juga standar hidup yg harus diraihnya, sementara hidup ini ngga selalu memenuhi standar hidup aja. Ketika kita bisa berbagi kebahagiaan kepada orang lain, kitapun bisa berbahagia. Dan saya akan tularkan ilmu ini kepada generasi2 saya dan orang2 terdekat saya hingga kita semua merasakan nikmatnya sabar dan indahnya syukur. (Edisi paragraf serius)
strategi yg sy gunakan dlm memperoleh ilmu tersebut ya dengan mengikuti kajian2 yg berkaitan dengan parenting dan agama, menerapkannya dlm kehidupan sehari2, dalam keluarga kecil kami dan dalam keluarga besar kami. Sharing2 dengan anggota keluarga dan berinteraksi dengan masyarakat dan tokoh2 agama.
Perubahan siskap saya dlm proses mencari ilmu adalah mengutamakan adab dulu, jadilah pendengar yg baik, kosongkan isi, agar dapat menampung sebanyak2nya informasi lalu disimpan, kemudian dicatat. Belajarlah darimanapun siapapun umur berapapun. Merendahkan hati tidak terpancing emosi. Untuk informasi2 yg akan dibroadcast sy pastikan sumbernya valid dan terpercaya, bukan hanya kopas semata. Jika ada yg tidak sesuai dgn pendapat kita, baiknya diam tidak perlu berdebat, hindarilah perdebatan karena itu akan mengundang emosi dan membangkitkan amarah. Bicaralah dengan lawan bicara dengan nada yg diperlukan pendengar tidak perlu memperbesar suara karena dengan memperbesar suara, itu merupakan bentuk kedunguan dan kebodohan.
Jika perlu berdebat gunakanlah data yg sesuai dan relevan. Jika masih tidak bisa mengubah pemikiran maka tinggalkanlah pedebatan itu.
#NHW1 #Week1 #MatrikulasiBatch5 #AdabMenuntutIlmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar