NHW 3 IIP depok 3 batch 5
Seztifa Miyasyiwi
Assalamualaikum mak mak sekalian yaa ampuun udah 2 kali jadi deadliner ini, ngeri2 sedap pokoknya. Habis ini tobat ngga mau jadi deadliner lagi pokoknyaaaa….
Nhw 3 ini lebih melibatkan interaksi dgn suami dan anak, tapi juga dgn lingkungan sekitar
Setelah bikin surat cinta ke suami, suami apa responnya? Datar sambil meluk bilang apa sih sayangku cintaku 🤣🤣 sy kalo lg protes suami ngga romantis pasti manggilnya pake sayangku cintaku gini deh, jd kalo denger kata2 sayangku cintaku gini udah bosen. Sy ngga terlalu nuntut banyak sama suami ttg hal romantis, karena ternyata suami itu menghadapi kehidupan dididik dengan orang tua yg sangat disiplin dan jauh dari kesan hangat. Jd sy tidak mungkin bisa dalam sekejap merubah suami dengan pola asuh demikian selama 26 tahun beliau menikah dgn saya umur segitu, dgn saya yg baru berumah tangga dengan beliau hampir 6 tahun. Dalam setiap saat ketika suami sedang romantis atau sedang tidak marah sy selalu berdoa utk mengekalkan rasa cinta ini, dr suami ke saya dan dari saya ke suami. Karena beda latar belakang inilah yg terkadang membuat kaget, maklum dulu kami nikahnya lewat taaruf dan dengan waktu yg singkat. Kami dgn masing2 cara kami saling memahami dan saling mengerti, tiba2 saling memijit, tiba2 saling memberi hadiah, dan saling memuji. Alhamdulillah perjalanan hampir 6 tahun sudah kami lewati, sy tinggalkan semua cita2 akademis dan cita2 bekerja dikantor demi mendapat ridho dr suami. Kami masing2 memberikan ridho utk kelancaran urusan masing2 alhamdulillah satu satu masalah kami lewati.
Jd teringat nasid saujana “ berharap mudah dalam berjuang, seperti merindu rembulan disiang malam, jalannya tak seindah sentuhan mata, jalannya jauh ujungnya belum tiba”
Kami saling memahami tanpa saling menuntut, karena bahagia itu kami yg menciptakan, standar bahagia itu bukan di mata tapi di hati. Jika hati kami merasa cukup maka sudah cukuplah itu semua. Sy selalu berusaha utk membuat semuanya beres, rumah beres, masak beres, anak beres, dan sebagainya,.kalau ada yg tidak beres sy minta maaf sm beliau, maaf hari ini rumah berantakan sy sakit, lalu beliau mulai memijat saya. Atau misal maaf pagi ini tidak ada makanan karena sy bangun terlambat, begitupula ketika sy menginginkan sesuatu sebisa mungkin sy tahan. Atau misal beliau marah karena hal sepele atau, menghabiskan waktu didepan gadget atau laptopnya, sy pun tidak banyak menuntut, hanya kalau berlebihan sy ingatkan utk menjaga kondisi, mengingatkan perannya sebagai ayah. Kami masing2 kecewa namun kami memilih tidak kecewa dan sama2 saling memaklumi dan menghangatkan.
Tiap saat dia pergi bekerja dipagi hari, ketika saya mencium punggung tangannya, dan dia mencium dahi saya, tiap kali itulah kami jatuh cinta, melihat bayangannya jauh sampai tak terlihat. Menembus jalan beraspal yang tak mulu, bahkan menembus hujan yg kadang tak hanya gerimis. Demi menghidupi anak dan istrinya. Itu sudah membuat sy jatuh cinta kepadanya lagi dan lagi.
Ananda bernama Amira DD yg kami tunggu hadirnya 1 tahun, 9 bulan mengandung, doa2 kami dan harapan2 kami ada padanya. Alhamdulillah ananda telah berusia hampir 4 tahun, potensi amira ada pada kinestetiknya yang aktif, mudah bergaul, dan mempunyai haalan yang sangat luar biasa, dulu sy mengajarkan bahasa arab diumur 2 tahun dia masih mengingatnya sampai sekarang, harapan kami agar ananda bisa mennjadi seorang hafidz dan bisa juga menjadi dokter.
Potensi saya sebagai pendidik, sy menjadi asisten guru sejak saya smp, lalu berlanjut ke sma, dan diperguruan tinggi sy menjadi asisten dosen, sampai mengajar2 privat dan sebagainya. Alhamdulillah tak hanya mendidik tapi saya juga memotivasi anak didik saya. Sy fikir mendidik tidak hanya memberikan tambahan pelajaran, namun juga mengembangkan potensi anak2, utk berani bermimpi besar. Karena sejatinya mereka akan menanggung generasinya kelak. Jika mereka berhasil dlm kehidupannya, maka generasinya kelak juga akan merasakan dampaknya. Mendidik adalah menyelamatkan generasi. Menyelamatkan generasi berarti menyelamatkan negeri. 🤧🤧 jd terharuu mak…
Ditulis dalam dada yg berdebar2 bergemuruh, berpacu dgn waktu 😁
Kami baru saja pindah kota, karena suami ditugaskan di kota lain, utk menjaga semuanya maka diputuskan semua harus ikut, alhamdulillah ditempat ini lokasi kami berdekatan dgn masjid, sehingga lebih mudah mendekatkan diri pada Allah, dan sebagai refleksi diri pendidikan anak2 kelak. Merumuskan kembali tujuan hidup bukan hanya utk didunia namun juga diakhirat kelak. Utk menjadi hafidz dan hafidzah menambah ayat demmi ayat utk dihafalkan.
Kiranya sekian NHW3 saya ini, sy mohon maaf yg sebesar2nya sy tidak menyalahkan suami yg memberi respon telat dsb hehehe, namun apa daya. Kurang lebihnya inilah keluarga kami dengan sisi ajaibnya masing2 😊😊. ini foto 4 taun yang lalu, jadi kangen amira saat bayi... heuu
Miyasyiwi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar