Senin, 09 April 2018

NHW 9 social venture


NHW 9 : Bunda Sebagai Agen Perubahan

“Setelah menemukan passion (ketertarikan minat ) kita ada di ranah mana, kita mulai melihat isu sosial di sekitar kita untuk membuat solusi terbaik di keluarga dan masyarakat.”

Rumus yang kita pakai
PASSION + EMPHATY = SOCIAL VENTURE

Social venture adalah suatu usaha yang didirikan oleh seorang social enterpreneur baik secara individu maupun organisasi yang bertujuan untuk memberikan solusi sistemik untuk mencapai tujuan sosial yang berkelanjutan.
Sedangkan social enterpreneur adalah orang yg menyelesaikan isu sosial di sekitarnya menggunakan kemampuan enterpreneur.

Sehingga kita bisa membuat perubahan di masyarakat diawali dari rasa emphaty, membuat sebuah usaha yang berkelanjutan diawali dengan menemukan passion dan menjadi orang yang merdeka menentukan nasib hidupnya sendiri.
Hal ini akan membuat kita bisa menyelesaikan permasalahan sosial di sekitar kita dengan kemampuan enterpreneur yang kita miliki. Sehingga untuk melakukan perubahan tidak perlu menunggu dana dari luar, tapi cukup tekad kuat dari dalam.
Mulailah dari yg sederhana, lihat diri kita, apa permasalahan yg kita hadapi selama ini, apabila kita bisa menyelesaikan permasalahan kita, dan membagikan sebuah solusi, bisa jadi ini menjawab permasalahan yg dihadapi oleh orang lain. Karena mungkin banyak di luar sana yg memiliki permasalahan yg sama dengan kita.
Setelah selesai dengan permasalahan kita sendiri, baru keluar melihat isu sosial yg ada di sekitar kita.

Bagaimana caranya? Isilah bagan-bagan di bawah ini:

Minat, Hobi, Ketertarikan :
Mendidik/ Mengajar, ilmu parenting islam, dan ilmu science

Skill Hard, Soft:
Mengenalkan anak dengan dunia science
Public speaking untuk anak remaja
Leadership untuk anak remaja
Achievement Motivation untuk anak remaja (SMP-SMA-PT)

Isu Sosial :
Banyak generasi muda sekarang menginginkan hal-hal yang serba instant, tuntutan pelajaran disekolah, tuntutan gaya hidup serta minimnya tingkat kreativitas atau kemandirian siswa remaja, hal ini banyak melahirkan generasi-generasi putus asa. Yang kelak mereka akan lebih memilih jalan pintas untuk mendapatkan kesuksesan. Disisi lain ilmu agama serta norma-norma social telah bergeser, dan apresiasi terhadap orang berilmu lebih rendah dibandingnkan dengan orang yang popular. Hal ini dapat dilihat demografi siswa lebih memilih untuk menjadi artis, atau penyanyi dangdut karena mereka tidak perlu bersekolah tinggi untuk menghasilkan uang banyak. Saya ambil contoh penyanyi dangdut utk menyanyi dalam sebuah event hajatan bisa meraup uang 1 jt sekali menggung (kompas red) jika penyanyi tersebut sudah muncul di televisi maka biaya yang harus dibayarkan juga lebih mahal bahkan ada penyanyi yang dibayar sekali pentas dengan harga 1 M. bandingkan dengan mahasiswa Teknik perminyakan (saat ini jurusan ini yang gaji fresh graduate nya mencapai 10 jt perbulan, yang tes masuk kuliahnya sangat sulit, bayaran kuliahnyapun relative mahal, selama 4 tahun) maka dengan dari itu harusnya pemerintah mengambil andil bagian untuk menyoroti kasus abg putus asa ini. Karena kelak mereka yang nanti akan memegang masa depan negara ini. Bayangkan kalau semua generasi penerus cita citanya hanya ingin menjadi penyanyi dangdut atau artis? Maka siapakah yang mengisi posisi posisi strategis kenegaraan?
Rencana saya adalah : pengelompokan minat pada jenjang SMA agar tidak terlalu banyak tuntutan pelajran yang harus mereka fahami. Walaupun sudah ada pembagian ipa atau ips menurut saya itu masih lebih umum, karena seorang sejarahwan tidak perlu mempelajari ekonomi ataupun sebagainya, penayangan acara acara tv yang mendidik tidak memberikan panggung untuk acara yang tidak mendidik. Peningkatan nilai-nilai agama dan norma-norma social yang telah bergeser.

Sasaran Masyarakat:
Anak-anak remaja SMP-SMA-PT
Laki-laki, Perempuan
Keluarga, Teman, Tetangga

Ide Sosial:
pemanfaatan kembali karang taruna di RW tempat tinggal, yang berkelanjutan sampai karang taruna kecamatan dan kota yang bekerjasama dengan kementrian pemuda dan olahraga.
Pembentukan kegiatan rumah singgah dan rumah baca yang berisikan program-program ilmiah serta diskusi-diskusi tentang isu-isu yang menyebar dimasyarakat luas.

Sebagai gambaran saya buatkan bagan dibawah ini

NHW 8 Be-Do-Have


Bunda, setelah di materi sesi #8 kita belajar tentang bagaimana pentingnya menemukan misi hidup untuk menunjang produktivitas keluarga. Maka saat ini kita akan lebih menggali bagaimana menerapkannya secara teknis sbb :
a. Ambil salah satu dari ranah aktivitas yang sudah teman-teman tulis di kuadran SUKA dan BISA (lihat NHW#7)
b. Setelah ketemu satu hal, jawablah pertanyaan “BE DO HAVE” di bawah ini :
1. Kita ingin menjadi apa ? (BE)
2. Kita ingin melakukan apa ? (DO)
3. Kita ingin memiliki apa? (HAVE)
c. Perhatikan 3 aspek dimensi waktu di bawah ini dan isilah:
1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)
2.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan ( strategic plan)
3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)
Mulailah dengan PERUBAHAN, karena pilihannya hanya satu BERUBAH atau KALAH
Salam Ibu Profesional,
Dari gambar kuadran diatas aktivitas yang saya pilih adalah mengajar, dalam mengajar saya seperti menemukan hal baru, sebuah misi untuk melanjutkan cita-cita kepada generasi penerus. Karena suatu kewajiban suatu generasi untuk mencetak generasi berikutnya dengan lebih gemilang, agar tidak kehilangan generasi-generasi penerus yang akan mewarisi negeri dengan sifat patriotiknya. Untuk sebesar-besarnya mencari cita dan kembali ke negeri ini untuk kemudian mengabdi, membalas jasa para pahlawan demi kebanggaan agama, bangsa dan negara.
Dalam menjawab pertanyaan NHW 8 langsung saya berikan tanya jawab dalam bentuk point-point
Misal : Mengajar
b. Anda ingin menjadi apa? ( Be)
Misal : mengedukasi siswa atau anak dalam mengembangkan pola pengasuhan anak secara islam dan biologi
c.Apa yang ingin anda lakukan? (DO)
misal : saya akan mulai menyusun kurikulum pengasuhan anak dan kerangka pengembangan mengajar biologi
d. Apa yang ingin anda miliki? (Have)
(bisa secara materiil maupun immateriil bebas anda pilih, boleh salah satu atau dua-duanya)

contoh :
Materiil : Saya ingin punya blog khusus pengasuhan anak dan belajar science menyenangkan untuk anak dan channel youtube tentang itu
Immateriil : saya ingin memiliki lentera jiwa dan passion untuk mencerdaskan anak bangsa tanpa memikirkan materi yang akan didapatkan.
Setelah itu kita susun langkah-langkahnya :

a. Life time purpose
1 tahun pertama harus bisa menjadi 1 kurikulum, mengumpulkan materi tentang science anak dan pengasuhan islam dengan anak. Content video dan sebagainya

b.Strategic Planning
Dalam waktu 5 tahun ke depan saya sudah mempunyai blog khusus dan youtube channel yang berkaitan dengan pengasuhan anak science dan islami, serta mengeluarkan sebuah buku yang berkaitan dengan mereka semua.

c. New Year Resolution
Dalam kurun waktu 2017 – 2018 ini saya ingin menerapkan program “One Month One Book, One Curriculum and One writing about that” sehingga targetannya saya telah membaca 12 buku, membuat 12 bab kurikulum dan 12 tulisan yang berisi resensi buku yang telah saya baca

Dari video yang Abah Rama katakana dan Ustadz Nouman Ali Khan ada kata-kata yang saya suka, dari Abah Rama “masalah takdir serahkan pada Allah, masalah jalan juga serahkan pada Allah, karena kita hanya bisa meminta diberikan jalan yang lurus, sementara kerja keras dan istiqamah itu tergantung dari manusianya sendiri”. Sekarang tugasnya adalah bekerja keras dan menghilangkan kata nanti atau malas.

Ustadz NAK “Allah itu telah memberikan kita berbagai macam rezeki, materi, kesehatan, suami dan sebagainya itu adalah berbagai rezeki yang kita dapatkan, dan rezeki itu ada tantangan dan ada ujiannya setiap orang mempunyai rezeki dan ujainnya yang berbeda-beda jadi janganlah kamu iri dengan rezeki orang lain karena Allah telah menjamin semua rezeki kita dengan terbatas, jadi janganlah kamu terlalu mengejar rezeki dunia itu dengan semua hidupmu, karena ada rezeki yang tak terbatas di surgaNya kelak. Bagi waktumu, perjuangkan waktumu, raihlah bekal sebanyak-banyaknya untuk kehidupan mendatang.

Kesimpulannya, bekerja keras dan berdoa, memohon pertolongan dari Allah meminta jalan yang lurus, dan tawakal dengan Allah, bagi waktumu dan raihlah bekal sebanyak-banyaknya, raihlah dengan seimbang, dan gunakan waktu perdetiknya dengan sangat berarti, jangan biarkan hilang dan terbunuh begitu saja.

NHW 7 Tahapan Menuju Bunda Produktif


NHW #7 Matrikulasi IIP – Tahapan Menuju Bunda Produktif

Bunda dan calon bunda yang masih semangat belajar sampai NHW #7.  Selamat, anda sudah melampaui tahap demi tahap belajar kita dengan sabar.
Setelah kita berusaha mengetahui diri kita lewat NHW -NHW sebelumnya, kali ini kita akan mengkonfirmasi apa yang sudah kita temukan selama ini dengan tools yang sudah dibuat oleh Abah Rama di Talents Mapping.
Segera cocokkan hasil temu bakat tersebut dengan pengalaman yang sudah pernah teman-teman  tulis di NHW#1 – NHW #6
Semua ini ditujukan  agar kita bisa masuk di ranah produktif dengan BAHAGIA.
 Ketahuilah tipe kekuatan diri (strenght typology) teman-teman, dengan cara sbb :
  1. masuk ke http://www.temubakat.com
  2. isi nama lengkap anda, dan isi nama organisasi : Ibu Profesional
    jawab Questioner yang ada disana, setelah itu download hasilnya
  3. Amati hasil dan konfirmasi ulang dengan apa yg anda rasakan selama ini.
  4. Lampirkan hasil ST30 (Strenght Typology) di Nice Homework #7
 Buatlah kuadran aktivitas anda, boleh lebih dari 1 aktivitas di setiap kuadran
Kuadran  1 : Aktivitas yang anda SUKA dan anda BISA
Kuadran 2  : Aktivitas yang anda SUKA tetapi  andaTIDAK BISA
Kuadran 3 : Aktivitas yang anda TIDAK SUKA tetapi anda  BISA
Kuadran 4: Aktivitas yang anda TIDAK SUKA dan anda TIDAK BISA
Duh emang deh mengerikan kalo jadi deadliner, habis sakit ini mak kepala masih pusing
Potensi kekuatan saya
Uraian
Konfirmasi
Educator
Mengajar, menyampaikan, melatih ilmu dan keterampilan agar bias difahami oleh orang lain. Bakat ini kelompok rasa (Interpersonal Relating) yang terkait kerjasama dengan orang lain
Yes aku suka banget berbagi, sharing, memajukan orang lain, alhamdulillah dulu murid2 ku searang sudah bias jd dokter dsb.
Interpreter
Menjelaskan Arti atau makna dari sesuatu.
Karena jadi seorang guru aku biasa nerangin suatu proses biar lebih simple mereka nangkepnya
Journalist
Menulis, Artikel, Ide, Dokumen, Cerita ataupun alat bantu pendidikan
Aku suka banget nulis, cuman tulisannya masih nyebar kemana2 blm didokumentasikan jadi yg khusus gitut jd blog misalnya
Mediator
Mengatasi dan menyelesaikan konflik antara dua fihak yang berseteru
Emang kaitannya erat bgt sama guru yang mendamaikan berbagai pihak yang saling bertikai hehehe
Motivator
Mendorong, Memberi semangat pada satu atau sekumpulan orang agar bisa lebih sukses.
Dulu sewaktu dikampus saya aktif sekali dalam organisasi kampus, bukan tingkat departemen namun s yada ditingkat kampus dan tingkat fakultas, dengan aktivitas aktivitas saya tersebut terkadang mengantarkan saya mengikuti ajang2 perlombaan menjadi delegasi univeritas yg sering ditugaskan untuk berbagi pengalaman saya pada adik2 mahasiswa.
Strategist
Memilih atau merencanakan jalan terbaik menuju tujuan.
Karena pak suami dengan baik hati tidak membolehkan saya bekerja dikantor artinya saya lebih banyak waktu mendesain keluarga dan anak2 kedepan untuk menjadi apa
Visionary
Kegiatan mengantisipasi masa depan dengan cara bijak dan menentukan tujuan jangka panjang yang benar.
Ahahaha saking visionernya sy sudah membayangkan anak2 akan sekolah dimana, dapat Pendidikan apa, rumah didesain seperti apa dsb, namun sering kali khayalan saya pupus karena ingat hari akhir, jadinya saya perbanyak amal yaumiyah.

Kesimpulannya
Saat ini alhamdulillah sudah berada ditempat yang semestinya, saya tipe pekerja keras, dikala diberikan beban yang banyak maka saya dengan mudahnya mengatur waktu tersebut, namun sebaliknya jika saya banyak diberikan waktu lowong maka yang ada adalah banyak bersantai, lebih banyak mengkhayal, dan sebagainya. Solusinya bikin time planer yang baik dan galak sama diri sendiri untuk melakukan hal yang telah direncanakan.

Kuadran aktivitas

 
Naah selesai kira2 kuadrannya begini, emang agak aneh soalnya saya suka masak tapi ngga suka makan hasil masakan sendiri, asa males makannya. Dari kekurangan saya yaitu marketer, producer saya kadang banyak rugi kalo jadi marketer paling bener dropship aja, sebenernya mah ini masalah alokasi waktu yang diberikan kesitu, kalo alokasi waktunya pas nah saya bias optimal memanfaatkan itu. Kalo producers say amah mikirnya takut rugi mulu hahhaa maklum kan visioner, masalahnya yang dipikirin yang ruginya terus iniiih.

Sekian NHW 7 ini saya buat terimakasih atas partisipasinya

NHW 5 Design Pembelajaran


NHW 5 Design Pembelajaran

Setelah malam ini kita mempelajari tentang “Learning How to Learn” maka kali ini kita akan praktek membuat *Design Pembelajaran* ala kita.

Kami tidak akan memandu banyak, mulailah mempraktekkan "learning how to learn" dalam membuat NHW #5.
Munculkan rasa ingin tahu bunda semua tentang apa itu design pembelajaran.
Bukan hasil sempurna yg kami harapkan, melainkan "proses" anda dalam mengerjakan NHW #5 ini yg perlu anda share kan ke teman-teman yg lain.
Selamat Berpikir, dan selamat menemukan hal baru dari proses belajar anda di NHW #5 ini.

Salam Ibu Profesional,

Pada materi 5 di program kelas matrikulasi, fasilitator kelas menyampaikan bahwa dalam mendidik anak hendaklah para orang tua “meninggikan gunung, bukan meratakan lembah”, maksudnya saya harus terlebih dahulu mengetahui apa fitrah passion seorang anak, apa kesukaannya dana pa kelebihannya. Setelah mengidentifikasi hal tersebut, maka berarti saya telah berproses menemukan fitrah anak, dan selanjutnya saya hanya dapat bertindak untuk membimbing anak dalam memaksimalkan fitrahnya. Selanjutnya maksud dari meratakan lembah adalah, agar jangan kita membuat seorang anak merasa terbebani dengan apa yang secara fitrah tidak ia sukai, missal anak tidak suka matematika, semakin kita jejali dengan les matematika maka anak akan mengerjakan hal tersebut dengan terpaksa, akhirnya anak akan merasa terforsir dan tertekan meski itu tak ia ungkapkan. Haruslah kita sama-sama fahami, bukankah yang sukses di kemudian hari bukankah hanya seorang matematikawan saja? Bukan seorang ilmuwan saja? Bukan hanya seorang yang cakap di bidang akademis saja? Maka temukan lah fitrah dan potensi anakmu, lalu dukunglah ia agar ia menemukan bakat dan fitrahnya.
Dalam proses menjadi orangtua yang dapat “menemani anak-anaknya belajar”, sudah seharusnya orangtua tersebut belajar untuk dirinya sendiri terlebih dahulu. Sebab saya sebagai orangtua, sebagai istri dan sebagai ibu pun memiliki fitrah, potensi dan visi misi hidup yang harus saya capai. Nah dalam mencapai itu, di tugas NHW 5 ini, saya diajak untuk membuat metode belajar pribadi dalam mencapai indikator yang telah saya tetapkan di tugas NHW sebelumnya. Jadi ibaratnya kalau di sekolah, saya sendiri yang membuat indikator apa yang ingin saya capai, kemudian saya sendiri pula yang mendesain metode pembelajaran bagi saya untuk mencapai indikator itu. Menarik ya!

Lanjuut ke targetan targetan dibawah yaa mak
Desain Pembelajaran sebagai MomEdupreneur

No.
Ilmu yang akan dipelajari
Target
Strategi
Metode Belajar
Implementasi
Evaluasi
Bunda Pembelajar
1
Mencari ilmu-ilmu pengasuhan





2.
Mendokumentasikan apa yang telah dipelajari dan diikuti





3.
Terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan parenting





4.
Terlibat dalam kegiatan yang berkaitan dengan ceramah agama





5.
Membaca buku yang berkaitan dengan pengasuhan dan tentang agama





Bunda Cekatan
1.
Managemen waktu antara tugas ibu, istri, guru dan momedupreneur





2.
Amal yaumiyah jangan sampai turun





3.
Kontrol emosi dan keikhlasan bahwa semua datangnya dari Allah dan bekerja didunia untuk pahala diakhirat kelak





4.
Muhasabah lagi dengan suami tentang visi misi keluarga





5.
Buat table list todo tiap hari dan targetannya





Bunda Produktif
1.
Kumpulkan jejaring yang terkait dengan momedupreneur





2.
Hubungi dan ajak kolaborasi





3.
Tentukan grand design proyek. Dan sinergikan dengan pihak-pihak terkait





4.
Maintenance program dan proyek





5.
Massivekan publikasi





Bunda Saleha
1.
Menulis di Blog





2.
Menulis Buku





3.
Mengisi acara yang berkaitan dengan program dan proyek





4.
Bekerja sama dengan LSM dan Pemerintah






Kira-kira cerita Design Pmbelajaran ala saya dan langkah-langkah saya cukup sekian dan terimakasih, isinya lebay ya maak? Hihihi biarin ajalah namanya juga mimpi dan angan-angan siapa tau jadi kenyataan who knows? Seorang nahkod pun harus tau kemana kapalnya akan berlayar meskipun disana masih ada badai, angin, hujan dan sebagainya, yang akan membuat kapalnya bisa sampai tujuan atau tidak. Jadi pentingnya tujuan itu adalah nyawa bagi sang nahkoda.

Sekian yaa mak
Best regards
momtraveler_bluephoenix

NHW 9 social venture

NHW 9 : Bunda Sebagai Agen Perubahan “Setelah menemukan passion (ketertarikan minat ) kita ada di ranah mana, kita mulai melihat isu ...